Ya tersenyum adalah suatu refleksi kebahagiaan dalam diri manusia.
Tersenyum dilambangkan oleh jasmani seseorang, yaitu dari bibir dan
mulut. Akan tetapi, pernahkan dipikirkan lagi bahwa kebahagiaan itu
letaknya di hati. Seseorang yang senang pasti hantinya akan lega dan
bahagia. Kemudian perwujudan hati yang senang dan bahagia ini keluar
lewat mulut melalui senyuman maupun kata – kata indah. Disini kita tahu
bahwa antara kebahagiaan, hati dan senyum(raut wajah) saling
berhubungan. Demikian pula, antara sedih , hati dan raut wajah(murung)
Saling berhubungan. Apabila seorang sedang sedih, hatinya kacau, maka
akan tercermin raut wajah murung(walaupun sebagian orang dapat
menyembunyikan rasa bahagia dan sedihnya).
Nah, disini kita sudah ketahui bahwa antara perasaan(senang/sedih),
hati, raut wajah(senyum/murung) saling berhubungan. Namun dari sini kita
baru ketahui hubungan satu arah yakni dari perasaan ke hati kemudian ke
raut wajah. Percobaan yang iseng saya lakukan yaitu dengan membalik
urutan ini. Mulai dai raut wajah, hati, kemudian perasaan. Beberapa kali
saya mencoba mempraktekan hal ini dengan tersenyum walaupun sedang
sedih. Awalnya saya merasa aneh juga, masa lagi sedih malah tersenyum(
catatan : ini dilakukan tidak di depan orang yang lagi sedih, karena
bisa membuat orang semakin sedih, alasanya tau orang lagi sedih eh malah
kita senyum2 ). Ternyata benar setelah beberapa kali saya coba, yaitu
raut wajah bisa mempengaruhi hati kemudian turun ke perasaan. Dan ini
seperti hasil penelitian seorang professor seperti pada buku yang pernah
say abaca(maaf saya lupa nama profesornya). Selamat mencoba!

ikke nurjannah pun menambahkan ,,"senyumlah untuk semua orang tapi hatimu jangan"
BalasHapus