Pada setiap masa dalam hidup saya selalu ada orang-orang yang memiliki kedudukan penting.
Mereka adalah teman atau lebih tepatnya sahabat .
Entah mulanya kapan, tapi sejak kecil saya selalu memiliki sahabat, laki-laki maupun perempuan.
Ada juga yang sebaya, ada juga yang lebih tua juga lebih muda.
Dan mereka selalu mempunyai kedudukan penting dalam hidup saya.
Sahabat juga selalu memberikan pengaruh dalam kehidupan saya.
Dalam sikap hidup saya.
Dalam cara pandang saya.
Dalam cara berfikir saya semuanya.
Ketika saya SD, sahabat adalah orang-orang yang padanya saya bercerita tentang apa saja kegembiraan, kekesalan, kesedihan, juga cerita tentang orang-orang dan kejadian di sekelling kami.
Sahabat adalah teman bermain dan belajar.
Sahabat masa SMP bukan lagi hanya teman bermain, berbagi senang dan sedih.
Mereka adalah teman ng-geng . bersama mereka saya mencari jati diri, mengidolakan seseorang, ngobrol tentang gaya hidup dan sejenisnya.
Pada masa SMA dan kuliah, sahabat sudah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan saya.
Pada mereka saya bercerita tentang mimpi-mimpi saya, cita-cita saya juga tentang permasalahan-permasalahan yang ada dalam hidup saya. pandangan saya terhadap kehidupan , lingkungan, juga sikap-sikap saya terhadap berbagai fenomena.
Bersama mereka saya berbagi aktivitas, berbagi tugas, beban juga kebahagiaan .
Tentu saja dalam kehidupan berteman selalu ada lika-likunya.
Sebagaimana mereka teramat berarti bagi saya, saya pun ingin menjadi teramat berarti bagi mereka.
Dulu saya sering kesel jika sahabat saya pergi dengan orang lain sedangkan saya tidak diajak.
Saya merasa tersisih.
Dulu saya selalu merasa sedih karena sering ditinggal oleh sahabat saya itu.
Dia lebih mementingkan pacarnya dibanding saya.
Hmmmm di ssi lain wajar juga kala dia lebih memilih pacarnya tapi jangan sampai melupakan teman kann ??. dimana-mana belum pernah tuh ada yang namanya mantan teman, kalau mantan pacar sih udah ga asing lagi ditelinga.
Terhadap mereka, sahabat-sahabat saya itu saya buatkan kamar-kamar dalam hati saya.
Masing-masing memilikimkamarnya sendiri-sendiri, masing-masing memiliki kududukannya sendiri. Jadi jika ditanya siapa yang paling spesial?? jawabannya ..
TIDAK ADA.
Masing- masing mereka semua unik , spesial bagi saya. Tak tergantikan.
Dan setiap kali mereka pergi dari hidup saya, pintu kamar mereka saya tutup rapar-rapat dan saya kunci, tak boleh ada yang mengisi.
Sewaktu-waktu saya akan menengoknya dengan segala kenangan yang telah kami lalui bersama.
Saya berharap suatu saat nanti mereks menjadi bagian dari hidup saya kembali hingga saya tinggal membukakan pintu kamar hati itu, dan mempersilahkan mereka masuk.
Namun, toh akhirnya mereka pergi satu persatu dari kehidupan saya seiring dengan perputaran waktu. Mereka menjauh dari kehidupan saya dengan bermacam-macam alasan.
Ada yang memang sengaja menjauh dari saya, tapi sebagian besar karena mereka harus dan telah memiliki kehidupan baru yang berarti juga hadirnya sahabat-sahabat baru dan juga aktivitas baru.
Memang sudah sunatullah , setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Dan setiap perpisahan terjadi, saya selalu berurai air mata, patah hati, kehilangan.
Cukup lama saya beradaptasi, mengenang mereka, sampai akhirnya menemukan sahabat baru dan menutup episode bersama sahabat lama.
Padahal saya ingin memiliki sahabat sepanjang masa sehingga dengan bertambahnya usia, akan lebih banyak orang yang hadir dalam hidup saya. Tapi, ternyata tidak bisa. Setelah mereka hadir, akhirnya selalu ada saat mereka harus pergi.
Beberapa waktu terakhir, semua kamar dalam hati saya sudah terkunci karena ditinggal pergi penghuninya, dan belum ada lagi sahabat yang baru.
Saat saya kesepian seperti ini, saya baru teringat pada sahabat saya yang lain.
Sahabat yang tidak pernah meninggalkan saya, tapi justru saya yang selama ini telah mengabaikan-Nya. Sahabat yang menawarkan rengkuhan-Nya, setiap saya bersedih atau terluka.
Sahabat yang tak perlu saya cemburui jika Dia memberi perhatian pada yang lain karena itu tak pernah mengurangi perhatian-Nya pada saya.
Sahabat yang tak pernah bosan mendengar keluhan saya.
Sahabat yang pasti tersenyum penuh motivasi jika saya bercerita tentang mimpi dan cita-cita saya.
Sahabat yang pasti bersedia mendengar segala permasalahan saya. Sahabat yang -saya tahu- tidak akan pernah meninggalkan saya sampai kapan pun.
Kini, saya tak perlu lagi takut ditinggalkan, karena keberadaan-Nya tak bisa dibandingkan dengan panjang usia saya.
Kini, saya tak perlu lagi khawatir patah hati, tak perlu berulang kali dengan bersedih saya mengunci pintu sebuah kamar dalam hati saya dan kembali membuka ruang baru.
Saya tak perlu membuat ruang dihati saya untuk-Nya karena Dia meliputi seluruh ruang hati.
Dan kini saya bahagia karena saya tak perlu lagi merasa kesepian.
Dia akan senantiasa menemani saya dimanapun saya berada.
Urusan-Nya dengan yang lain tak akan membuat-Nya kehilangan perhatian pada saya.
Sahabat sepanjang masa, seperti yang pernah saya impikan.
Sahabat yang senantiasa mengulurkan tangan-Nya menyambut saya untuk kembali.
Dia-lah Rabb ku .. pemilik hatiku ..