Powered By Blogger

Senin, 07 Oktober 2013

You

Ketika usiaku beranjak 20 tahun
Dengan bangganya aku menggandeng lengan Ayah menyusuri jalanan Ibukota (layaknya orang pacaran). Ditengah teriknya matahari dan indahnya sore hari kami keluar masuk mall, menikmati kuliner restoran sampai emper jalan. 
Kota ini tidak asing lagi bagi kami, Namun suasana seperti inilah yang amat mahal kita alami. Waktu kami tersisihkan oleh kewajiban kami masing-masing.
Dan karena itulah aku sangat merindukan sosok seorang ayah disampingku dan ini mungkin salah satu kebahagiaaanku dapat bergandengan tangan dengannya.
Namun entah mengapa, entah perasaan apa, ketika aku manggandengan lengan mu, menyebrangi jalanan, menaiki escalator, kenapa aku merasa akulah yang menjaga mu, melindungi mu??
Bukankah dulu ayah yang dengan hangatnya menggandeng tangan mungilku dan menggendongku saat menyebrang?
Ayah..
Apakah tenagamu sudah berkurang untuk menjagaku?
Apakah usiamu sudah terlalu tua untuk memapahku?
Sepertinya aku terlalu cepat berlari sehingga aku lupa kini usiamu sudah beranjak senja,
Ayah..
Belum seberapa aku membahagiakanmu, membuatmu bangga, membuatmu merasa tenang.
Semoga Alloh SWT meridhoi jalanku untuk membahagiankan mu..
Sehat selalu ayah, Aamin yra

Selasa, 19 Februari 2013

ღ☆ღ UNTUKMU AKHI ღ☆ღ


♥ Pria terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan raut wajahnya, melainkan yang paling menawan keimanan dan budi pekertinya..

♥ Pria terjantan di hadapan wanita bukanlah yang paling berani mengungkap kata cinta, melainkan yang paling berani menemui wali sang hawa untuk meminangnya..

♥ Pria teromantis di hati wanita bukanlah yang paling mesra mengungkap kata cinta,
melainkan yang berani mempertanggungjawabkan kata cinta di hadapan ALLAH dengan berazam untuk menghalalkannya..

♥ Pria tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya, melainkan yang mampu bertanggungjawab menopang keluarga..

♥ Pria terkaya di angan wanita bukan hanya terbanyak hartanya, melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas segala karunia-Nya..

♥ Pria terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kepada jalan yang diridhai-Nya..

♥ Pria paling dermawan di hadapan wanita bukanlah yang paling banyak sedekahnya, melainkan yang paling perhatian memenuhi kewajiban keluarga..

Akhi..
Sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan, romantis, gagah, kaya, pandai dan dermawan namun sejauh mana ia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan.
Kaum pria begitu berharga jika ia mampu mempertanggungjawabkan segala ucapan dan perbuatan di hadapan ALLAH Yang Maha Menyaksikan
InsyaALLAH

Kamis, 07 Juni 2012

Refleksi Wajah dan Hati

Tersenyum . . . 
Ya tersenyum adalah suatu refleksi kebahagiaan dalam diri manusia. Tersenyum dilambangkan oleh jasmani seseorang, yaitu dari bibir dan mulut. Akan tetapi, pernahkan dipikirkan lagi bahwa kebahagiaan itu letaknya di hati. Seseorang yang senang pasti hantinya akan lega dan bahagia. Kemudian perwujudan hati yang senang dan bahagia ini keluar lewat mulut melalui senyuman maupun kata – kata indah. Disini kita tahu bahwa antara kebahagiaan, hati dan senyum(raut wajah) saling berhubungan. Demikian pula, antara sedih , hati dan raut wajah(murung) Saling berhubungan. Apabila seorang sedang sedih, hatinya kacau, maka akan tercermin raut wajah murung(walaupun sebagian orang dapat menyembunyikan rasa bahagia dan sedihnya).
Nah, disini kita sudah ketahui bahwa antara perasaan(senang/sedih), hati, raut wajah(senyum/murung) saling berhubungan. Namun dari sini kita baru ketahui hubungan satu arah yakni dari perasaan ke hati kemudian ke raut wajah. Percobaan yang iseng saya lakukan yaitu dengan membalik urutan ini. Mulai dai raut wajah, hati, kemudian perasaan. Beberapa kali saya mencoba mempraktekan hal ini dengan tersenyum walaupun sedang sedih. Awalnya  saya merasa aneh juga, masa lagi sedih malah tersenyum( catatan : ini dilakukan tidak di depan orang yang lagi sedih, karena bisa membuat orang semakin sedih, alasanya tau orang lagi sedih eh malah kita senyum2 ). Ternyata benar setelah beberapa kali saya coba, yaitu raut wajah bisa mempengaruhi hati kemudian turun ke perasaan. Dan ini seperti hasil penelitian seorang professor seperti pada buku yang pernah say abaca(maaf saya lupa nama profesornya). Selamat mencoba!

Minggu, 27 Mei 2012

TOMAT itu CANTIK juga SEHAT :))

 # Manfaat Buah Tomat untuk Kecantikan

A. Menghaluskan wajah
cukup meletakkan air jus tomat pada wajah. Sementara itu, untuk mencerahkan kulit, gunakan satu buah tomat yang telah dihancurkan.


B. Mengobati Jerawat
Rebus tomat, lalu potong-potong. Gosokkan potongan tomat pada bagian yang berjerawat. Diamkan sepuluh menit, bilas wajah dengan air. Lakukan rutin sampai jerawat hilang.

C. Mengurangi Komedo
Caranya, haluskan tomat dan campur dengan madu. Sebarkan campuran pada wajah Anda dan biarkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air hangat. Tidak seperti sayuran lainnya, manfaat tomat tidak berkurang ketika dimasak. Sebaliknya, malah disarankan agar tomat diolah terlebih dahulu. Zat yang terkandung dalam tomat bermanfaat untuk menghancurkan radikal bebas ketika dimasak.

# Manfaat Buah Tomat untuk Kesehatan

Mencegah Kanker

Likopen yang terkandung dalam tomat juga akan lebih bekerja setelah diproses. Likopen bermanfaat untuk mencegah kerusakan sel yang memicu kanker rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas. Selain itu dapat mengobati gangguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi hati dan serangan empedu. Cairan kuning pada bibit tomat juga baik untuk mencegah pembekuan darahpenyebab stroke dan penyakit jantung.


Rabu, 07 Desember 2011

Pemilik Hatiku


Pada setiap masa dalam hidup saya selalu ada orang-orang yang memiliki kedudukan penting. 
Mereka adalah teman atau lebih tepatnya sahabat . 
Entah mulanya kapan, tapi sejak kecil saya selalu memiliki sahabat, laki-laki maupun perempuan. 
Ada juga yang sebaya, ada juga yang lebih tua juga lebih muda. 
Dan mereka selalu mempunyai kedudukan penting dalam hidup saya. 
Sahabat juga selalu memberikan pengaruh dalam kehidupan saya. 
Dalam sikap hidup saya.
Dalam cara pandang saya.
Dalam cara berfikir saya semuanya.
Ketika saya SD, sahabat adalah orang-orang yang padanya saya bercerita tentang apa saja kegembiraan, kekesalan, kesedihan, juga cerita tentang orang-orang dan kejadian di sekelling kami.   
Sahabat adalah teman bermain dan belajar.
Sahabat masa SMP bukan lagi hanya teman bermain, berbagi senang dan sedih. 
Mereka adalah teman ng-geng . bersama mereka saya mencari jati diri, mengidolakan seseorang, ngobrol tentang gaya hidup dan sejenisnya.
Pada masa SMA dan kuliah, sahabat sudah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan saya.
Pada mereka saya bercerita tentang mimpi-mimpi saya, cita-cita saya juga tentang permasalahan-permasalahan yang ada dalam hidup saya. pandangan saya terhadap kehidupan , lingkungan, juga sikap-sikap saya terhadap berbagai fenomena. 
Bersama mereka saya berbagi aktivitas, berbagi tugas, beban juga kebahagiaan .
Tentu saja dalam kehidupan berteman selalu ada lika-likunya. 
Sebagaimana mereka teramat berarti bagi saya, saya pun ingin menjadi teramat berarti bagi mereka. 
Dulu saya sering kesel jika sahabat saya pergi dengan orang lain sedangkan saya tidak diajak. 
Saya merasa tersisih. 
Dulu saya selalu merasa sedih karena sering ditinggal oleh sahabat saya itu. 
Dia lebih mementingkan pacarnya dibanding saya. 
Hmmmm di ssi lain wajar juga kala dia lebih memilih pacarnya tapi jangan sampai melupakan teman kann ??. dimana-mana belum pernah tuh ada yang namanya mantan teman, kalau mantan pacar sih udah ga asing lagi ditelinga.
Terhadap mereka, sahabat-sahabat saya itu saya buatkan kamar-kamar dalam hati saya. 
Masing-masing memilikimkamarnya sendiri-sendiri, masing-masing memiliki kududukannya sendiri. Jadi jika ditanya siapa yang paling spesial??  jawabannya ..
TIDAK ADA. 
Masing- masing mereka semua unik , spesial bagi saya. Tak tergantikan. 
Dan setiap kali mereka pergi dari hidup saya, pintu kamar mereka saya tutup rapar-rapat dan saya kunci, tak boleh ada yang mengisi. 
Sewaktu-waktu saya akan menengoknya dengan segala kenangan yang telah kami lalui bersama. 
Saya berharap suatu saat nanti mereks menjadi bagian dari hidup saya kembali hingga saya tinggal membukakan pintu kamar hati itu, dan mempersilahkan mereka masuk.
Namun, toh akhirnya mereka pergi satu persatu dari kehidupan saya seiring dengan perputaran waktu. Mereka menjauh dari kehidupan saya dengan bermacam-macam alasan. 
Ada yang memang sengaja menjauh dari saya, tapi sebagian besar karena mereka harus dan telah memiliki kehidupan baru yang berarti juga hadirnya sahabat-sahabat  baru dan juga aktivitas baru. 
Memang sudah sunatullah , setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Dan setiap perpisahan terjadi, saya selalu berurai air mata, patah hati, kehilangan. 
Cukup lama saya beradaptasi, mengenang mereka, sampai akhirnya menemukan sahabat baru dan menutup episode bersama sahabat lama. 
Padahal saya ingin memiliki sahabat sepanjang masa sehingga dengan bertambahnya usia, akan lebih banyak orang yang hadir dalam hidup saya. Tapi, ternyata tidak bisa. Setelah mereka hadir, akhirnya selalu ada saat mereka harus pergi.
Beberapa waktu terakhir, semua kamar dalam hati saya sudah terkunci karena ditinggal pergi penghuninya, dan belum ada lagi sahabat yang baru. 
Saat saya kesepian seperti ini, saya baru teringat pada sahabat saya yang lain. 
Sahabat yang tidak pernah meninggalkan saya, tapi justru saya yang selama ini telah mengabaikan-Nya. Sahabat yang menawarkan rengkuhan-Nya, setiap saya bersedih atau terluka. 
Sahabat yang tak perlu saya cemburui jika Dia memberi perhatian pada yang lain karena itu tak pernah mengurangi perhatian-Nya pada saya. 
Sahabat yang tak pernah bosan mendengar keluhan saya. 
Sahabat yang pasti tersenyum  penuh motivasi  jika saya bercerita tentang mimpi  dan cita-cita saya. 
Sahabat yang pasti bersedia mendengar segala permasalahan saya. Sahabat yang -saya tahu- tidak akan pernah meninggalkan saya sampai kapan pun.
Kini, saya tak perlu lagi takut ditinggalkan, karena keberadaan-Nya tak bisa dibandingkan dengan panjang usia saya. 
Kini, saya tak perlu lagi khawatir patah hati, tak perlu berulang kali dengan bersedih saya mengunci pintu sebuah kamar dalam hati saya dan kembali membuka ruang baru. 
Saya tak perlu membuat ruang dihati saya untuk-Nya karena Dia meliputi seluruh ruang hati.

Dan kini saya bahagia karena saya tak perlu lagi merasa kesepian. 
Dia akan senantiasa menemani saya dimanapun saya berada.   
Urusan-Nya dengan yang lain tak akan membuat-Nya kehilangan perhatian pada saya. 
Sahabat sepanjang masa, seperti yang pernah saya impikan. 
Sahabat yang senantiasa mengulurkan tangan-Nya menyambut saya untuk kembali.


Dia-lah Rabb ku .. pemilik hatiku ..