Ketika usiaku beranjak 20 tahun
Dengan bangganya aku
menggandeng lengan Ayah menyusuri jalanan Ibukota (layaknya orang pacaran). Ditengah
teriknya matahari dan indahnya sore hari kami keluar masuk mall, menikmati
kuliner restoran sampai emper jalan.
Kota ini tidak asing lagi bagi kami, Namun
suasana seperti inilah yang amat mahal kita alami. Waktu kami tersisihkan oleh
kewajiban kami masing-masing.
Dan karena itulah aku sangat merindukan sosok seorang ayah
disampingku dan ini mungkin salah satu kebahagiaaanku dapat bergandengan tangan dengannya.
Namun entah mengapa, entah perasaan apa, ketika aku
manggandengan lengan mu, menyebrangi jalanan, menaiki escalator, kenapa aku
merasa akulah yang menjaga mu, melindungi mu??
Bukankah dulu ayah yang dengan hangatnya menggandeng tangan
mungilku dan menggendongku saat menyebrang?
Ayah..
Apakah tenagamu sudah berkurang untuk menjagaku?
Apakah usiamu sudah terlalu tua untuk memapahku?
Sepertinya aku terlalu cepat berlari sehingga aku lupa kini
usiamu sudah beranjak senja,
Ayah..
Belum seberapa aku membahagiakanmu, membuatmu bangga,
membuatmu merasa tenang.
Semoga Alloh SWT meridhoi jalanku untuk membahagiankan mu..
Sehat selalu ayah, Aamin yra


Tidak ada komentar:
Posting Komentar