Powered By Blogger

Senin, 07 Oktober 2013

You

Ketika usiaku beranjak 20 tahun
Dengan bangganya aku menggandeng lengan Ayah menyusuri jalanan Ibukota (layaknya orang pacaran). Ditengah teriknya matahari dan indahnya sore hari kami keluar masuk mall, menikmati kuliner restoran sampai emper jalan. 
Kota ini tidak asing lagi bagi kami, Namun suasana seperti inilah yang amat mahal kita alami. Waktu kami tersisihkan oleh kewajiban kami masing-masing.
Dan karena itulah aku sangat merindukan sosok seorang ayah disampingku dan ini mungkin salah satu kebahagiaaanku dapat bergandengan tangan dengannya.
Namun entah mengapa, entah perasaan apa, ketika aku manggandengan lengan mu, menyebrangi jalanan, menaiki escalator, kenapa aku merasa akulah yang menjaga mu, melindungi mu??
Bukankah dulu ayah yang dengan hangatnya menggandeng tangan mungilku dan menggendongku saat menyebrang?
Ayah..
Apakah tenagamu sudah berkurang untuk menjagaku?
Apakah usiamu sudah terlalu tua untuk memapahku?
Sepertinya aku terlalu cepat berlari sehingga aku lupa kini usiamu sudah beranjak senja,
Ayah..
Belum seberapa aku membahagiakanmu, membuatmu bangga, membuatmu merasa tenang.
Semoga Alloh SWT meridhoi jalanku untuk membahagiankan mu..
Sehat selalu ayah, Aamin yra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar